Tanggapan Mengenai Petisi
Setelah mendapatkan beberapa kritikan dari beberapa orang, saya sangat harap semua pihak mengetahui pandangan saya sebagai berikut :
Pertama – tama, saya selaku penulis petisi. Menyatakan bahwa petisi yang dibuat tidak dispesifikasikan untuk pihak apapun. Dan tidak menyalahkan pihak apapun. Petisi ini kepada umum dan kepada semua Night Schools / Universities yang ada di Batam.
Tujuan dari petisi ini dibuat adalah untuk memberikan dan meningkatkan kesadaran kepada semua orang untuk berwaspada dan berjaga diri. Dengan menyarankan beberapa tindakan preventive kepada beberapa pihak.
Komentar di petisi adalah bersifat tidak wajib (optional). Jadi tidak perlu ditanggapi dengan serius. Perlu kita ingat, tujuan kita semua adalah sama, yaitu harap insiden ini tidak terulang lagi. Saya sangat mengharap semua teman-teman untuk bersatu dan mengwujudkan tujuan dari petisi ini. Mohon kepada semua teman – teman untuk memberikan komentar yang tidak agresif.
Satu hal lagi yang perlu saya tekankan. Bahwa saya menulis petisi ini tidak mendapatkan keuntungan apapun. Harapan saya hanyalah satu, yaitu semoga hal ini tidak terjadi lagi pada kita, teman kita, saudara kita, dan siapa pun juga.
Terakhir saya mohon maaf jika terdapat kesalahan pada penggunaan kata-kata, ejaan, tanda titik koma, dan lain – lain. Petisi yang telah dibuat sudah tidak dapat diubah. Mohon maaf jika ada kesalah-pahaman yang timbul kepada semua pihak yang bersangkutan.
Terima kasih atas dukungan, saran dan kritikan.
Salam,
Jac




Benar sekali boz, Saya kaget juga melihat komentar yang kesan yang terlalu berlebihan dan mulai keluar dari topik permasalahan.
Hal seperti demikian mestinya menjadi tanggung jawab bagi semua pihak, setiap statement yang dikeluarkan mesti dipertanggung jawabkan.
u r absolutely damn right!!!
show it what u guys got…
Thank you guys for understanding me
Kita semua sangat terpukul dan berduka atas peristiwa yang menimpa Sandriani. Dalam hal ini saya sangat mengerti petisi yang Anda buat merupakan wujud perhatian Anda terhadap Sandrini dan teman yang lain terutama yang mengikuti kuliah malam. Namun apa yang menimpa Sandriani bisa terjadi kepada siapa saja, bahkan kepada para karyawan yang pulang malam, atau sesorang yang kebetulan pulang larut malam. Terutama dengan kondisi Batam yang memiliki banyak taksi gelap (karena kendaraan umum resmi tdk memadai), penerangan yang masih kurang di banyak tempat, dan masih banyaknya lokasi2 yang sepi (tidak berpenduduk).
Saya sangat mendukung segala upaya untuk meminimalkan hal yang menimpa Sandriani terulang kembali. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini. Saya yakin bahwa peristiwa ini akan meyadarkan banyak pihak, dan salah satunya adalah pihak UIB. Karena Sandriani tak lain dan tak bukan adalah salah satu mahasiswanya dan UIB merupakan tempat terakhir Sandrini masih diketahui dalam keadaan selamat. Saya yakin bahwa akan ada perubahan dan usaha dari UIB untuk berusaha melindungi siswanya di masa yang akan datang.
Tetapi di sini banyak pihak luar yang juga terkait.
*Pemerintah Kota Batam perlu menyadari bahwa kondisi transportasi di Kota Batam yang tidak memadai. Tingkat keamanan cukup rendah jika kita lihat banyak kejadian kriminal yang terjadi terutama pada taksi gelap.
*Selain itu mahasiswa itu sendiri yang menjalani kuliah malam. Para mahasiswa yang menjalani kuliah dengan bekerja di pagi sampai sore hari pasti akan memahami resiko harus menjalani perkuliahan pada malam hari (disebut juga “non-traditional student”). Jam perkuliahan ini sepertinya sulit disesuaikan kecuali jika para “non-traditional student” ini bersedia kuliah juga di hari Sabtu dan Minggu agar masa studi Anda sama dengan S1 Reguler lainnya yaitu 4 tahun. Atau masa studi Anda akan lebih lama. Para non-traditional student harus lebih awas akan keselamatan dirinya ketika pulang larut malam. Karena ketika Anda di “luar” sana. Tak cuma pihak kampus, orang tua pun akan sulit melindungi.
Saya sangat berharap petisi Anda bisa mengetuk hati banyak pihak yang terkait. Walaupun tak dapat di pungkiri bahwa petisi yang dibuat dapat memberi kesan bahwa apa yang terjadi pada Sandriani adalah semata kesalahan dari pihak UIB, sehingga pihak UIB semata yang harus memperbaiki diri. Namun saya yakin, kita semua akan mengintropeksi diri kita sendiri. Bahwa kita harus meningkatkan kepedulian terhadap sesama, lebih peduli terhadap teman, lebih dekat kepada kawan dan lebih meningkatkan kebersamaan.
Semoga kasus ini cepat terungkap… dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta mendapatkan segala bantuan yang dibutuhkan.
Terima kasih Ibu Rulan, comment anda menyetuh hati saya. Saya sangat berharap bisa menulis seperti anda, but I am lack of this kind of knowledge. Penyampaian anda sangat mewakili pemikiran yang saya ingin sampaikan. Thanks again
Setelah membaca petisi-petisi ini saya setuju banget kalo keamanan Batam sangatlah tidak aman.Saya menganggap kasus yang menimpa Almarhumah Sandriani bukanlah 100% kesalahan UIB.Saya warga Tbk menjadi takut untuk datang ke Batam.Jika tidak ditingkatkan keamanannya ,mana ada turis yang berani datang lagi.RIP Sandriani…….